Home / Kabar Lapangan / The Survivor

The Survivor

Jauh sebelum di Kios saya seorang pria petualang sehebat cerita di film-film ternama di Box Office Hollywood “waterword” yang menakluk laut, ombak, badai dan musuh untuk mendapatkan dryland. Lebih dari itu  kehidupan saya seperti derasnya ombak yang selalu menantang maut. Uang dan wanita selalu jadi teman seperti alkohol dan judi semua jadi hal yang lumrah.

Saya Sukmarajaya biasa dipanggil Daeng,  mungkin karena orang tua saya berasal dari Sulawesi Selatan sehingga saya dipanggil seperti itu. Saat lulus SMA saya langsung ikut kursus perhotelan, dan setelah kursus selesai saya bekerja sebagai koki di sebuah kapal bernama Pasangger HAL dengan rute Karibian –Alaska menggunakan rekomendasi dari mertua saya.

Jiwa saya yang suka berpetualang yang akhirnya membuat saya lebih jauh terseret dalam kehidupan pelaut.

Alkohol, judi dan gonta ganti perempuan sudah menjadi suatu hal yang lumrah bagi saya, setiap kali kapal berlabuh maka saat itu pula saya singgah di lain perempuan, entah sudah berapa banyak perempuan…

Saat saya habis kontrak, saya pulang ke rumah untuk berkumpul dengan keluarga dan tiap kali itu pula isteri saya selalu menanyakan kepada saya “apakah sering main perempuan?” Berapa banyak perempuan?” dan banyak lagi pertanyaan yang diajukan kepada saya yang membuat saya terpojok.

Saya tidak dapat berkata jujur “saya berbohong” bahkan saya pernah berucap “saya tidak pernah main perempuan lain selain mama, kalau saya berbohong, biar Tuhan yang menghukum saya dengan penyakit kelamin atau terkena HIV dan AIDS”. Kebohongan saya itu untuk menjaga keharmonisan rumah tangga bersama isteri.

Setelah 17 tahun saya jalani sebagai pelaut, saya mengalami masalah saat saya berada di negeri Belanda, pada saat itu saya hendak joint di kapal tangker dan melakukan medical check up disebuah rumah sakit. Hasilnya sangat diluar dugaan, saya dinyatakan mengindap Hepatitis C dan harus berobat selama 3 bulan, itu waktu yang diberikan perusahaan kepada saya.

Apalah mau dikata, ternyata penyakit saya tidak sembuh juga sampai batas waktu yang ditentukan dan untuk kedua kalinya saya medical check up lengkap di RS Pondok Indah dan hasil ke dua ini membuat saya merasa Dunia Kiamat, saya dinyatakan terinfeksi HIV,, saya tidak tau harus bagaimana lagi menjalani hidup ini karena saya sering berbohong dengan isteri, bermain main dengan sumpah saya.

Sejak itu saya terpuruk, saya mulai mengenal putaw, tabungan saya habis untuk menutupi kebutuhan saya, putaw dan putaw,,, rumah tanggapun berantakan. Setelah saya kenal dengan salah satu PO LSM YSA tahun 2007 saya mulai dekat kembali dengan isteri meskipun isteri saya tidak mengetahui status HIV saya.

Setiap berhubungan saya menggunakan kondom dengan alasan untuk membatasi keturunan dan setelah saya mendapat masukan terkait HIV dan AIDS, saya mulai mengakses ARV dan mengikuti terapi methadone serta sudah berani membawa KIE ke rumah dengan maksud agar isteri membaca. Alhamdulillah akhirnya isteri menerima status HIV saya dan mau menerima serta memberikan semangat agar terus sehat demi masa depan anak anak. Saya mendapatkan keturunan kembali 2 orang putri yang sehat karena isteri mengikuti program PMTCT.

Demikianlah sepenggal kisah hidup saya, semoga dapat diambil hikmah bagi teman teman yang membacanya, Amiinn…by Sumarajaya (Daeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *