Home / Kabar Lapangan / Oh “Lasamba” Namamu serasa Asing di Salemba

Oh “Lasamba” Namamu serasa Asing di Salemba

“LASAMBA”. Bagi orang awam seperti saya nama itu serasa aneh dan sangat asing ketika pertama kali mendengarnya.Nama itu pula yang membawa saya mendapatkan pekerjaan baru dari lembaga saya selain melakukan penjangkauan dan pendampingan kepada komuinitas pengguna napza suntuik di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. 

Pekerjaan baru ini menuntut saCamera Effects 1405327760835ya mampu memfasilitasi kegiatan yang ada di  sebuah komunitas yang terorganisir di balik jeruji besi. Komunitas dimana menuju gerbangnya membutuhkan beberapa pemeriksaan yang ketat melewati aparat yang bertugas.

Sebelum mendapat tugas ini rasa takut akan bayangan penjara beguitu kuat. Saya membayangi kerasnya kehiduoan dipenjara atau ngototnya para penjaga ketika saya masuk ke gerbang lapas. Bahkan saya kaget dengan tugas baru ini yang awalnya hanya menemani program Manager ke Lapas. Kegalauan itu sangat kuat dan menyiksa batin saya. Bayang-bayang penjara dan keganasan para penghuni terutama sikap dari para kelompok dukungan sebaya (KDS) terus menghantui pikiran saya.

Namun semua itu tidak terbukti ketika saya mencoba membi mereka sangat welcome dengan kami dimana saya eranikan diri untuk menjawab tantangan ini.Di sana saya diterima dengan baik dengan teman-teman lama yang sudah tidak bertemu sejak tiga tahun yang lalu ketika saya menjadi Petugas lapangan di wilayah Jakarta Utara dari lembaga lain. Kenyataannya bahwa ketakutan saya mendengar kata Lapas lebih kepada sikap dari teman-teman yang mengikuti support group yang merupakan sessi dalam kelas yang saya bawa.

Namun sebaliknya yang terjadmerupakan orang yang baru pertama kali datang ke sana dan hadir dalam support group ini.Tidak hanya sampai disitu mereka juga sangat terbuka terhadap kami untuk  membuka jati diri mereka semua tanpa ada rasa malu atau takut terhadap kami. 

Inilah awal saya untuk mengenal lebih dekat dengan teman – teman yang tergabung dalam komunitas Lasamba. Lasamba yang awalnya asing ditelinga hanyalah sebuah komunitas kecil pecandu narkotika dalam penjara Salemba. Komunitas ini kemudian menamakan diri sebagai LASAMBA yang beranggotakan para pecandu di lingkungan Lapas.

LASAMBA itu sendiri merupakan sebuah akronim dari kata Lapas Salemba sebagai wadah untuk melaksanakan kegiatan para pecandu sebagai warga binaan di lapas salemba. Kelompok dukungan sebaya ini hadir sebagai wujud kepedulian para pecandu dalam lapas untuk saling memberikan dukungan satu sama lain. Beberapa kegiatan dalam kelompok dukungan sebaya ini atara lain   Support Group, vokal group dan juga penguatan dan peningkatan kapasitas diri berupa kelas belajar sebagai wadah berbagi pengetahuan yang difasiltasi oleh Community Social organizer (CSO) dari beberapa lembaga. Namun yang membuat saya bangga adalah bagaimana keberagaman mereka yang memiliki latar belakang, karakter, suku agama dan perbedaan lainnya namun mereka ttap bersatu dan salingmenguatkan satu sama lain. Solidaritas dan kepedulian mereka terhadap teman-temannya cukup tinggi. Bahkan mereka masih bisa berbagi dengan orang lain yang kenyataanya tidak berasal dari kelompok mereka. Sebgai contoh ketika sessi kelas sudah selesai mereka selalu mendoakan secara bersama. Itu yang membuat saya bangga dan salut kepada komunitas KPS LASAMBA ini. Share Your Feel and find your happines bro *fahrul*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *