Home / Berita Media / Berita Nasional / Minum Pil Sebelum dan Setelah Berhubungan Seks Cegah HIV

Minum Pil Sebelum dan Setelah Berhubungan Seks Cegah HIV

KOMPAS.com – Untuk pertama kalinya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa obat yang biasanya dipakai untuk mengatasi infeksi HIV ternyata juga bisa mencegah penularan virus tersebut. Obat ini diminum sebelum dan setelah berhubungan seks pada pria homoseksual.

Penggunaan pil sebelum berhubungan seks tersebut dianggap lebih menjanjikan untuk mencegah infeksi HIV dibandingkan jika setiap hari harus minum pil dan menggunakan kondom. Meski begitu, kedua metode tersebut tetap dianggap yang paling baik.Penelitian yang dilakukan di Perancis dan Kanada ini adalah yang pertama kali menguji penggunaan Truvada, pil kombinasi dua obat AIDS, pada orang yang melakukan hubungan seks beresiko.

Pria yang belum terinfeksi HIV dan minum pil ini 86 persen risikonya lebih rendah tertular HIV dibandingkan dengan pria yang diberi pil dummy. Saat ini pil Truvada disarankan diminum setiap hari untuk mencegah HIV pada orang yang beresiko tinggi tertular. Dalam penelitian ini juga terbukti obat tersebut tetap membantu walau beberapa dosis tidak diminum. Dalam penelitian ini, para responden diminta minum dua pil dua sampai 24 jam sebelum berhubungan seks, minum pil ketiga 24 jam kemudian, dan pil keempat 48 jam setelah dosis pertama. Para responden juga diberikan kondom dan konseling pencegahan penyakit.

Penelitian yang melibatkan 400 pria ini menunjukkan obat tersebut berhasil bekerja karena hanya ditemukan dua infeksi HIV baru pada pria yang diberi Truvada dan 14 pada kelompok pil dummy. Kedua infeksi pada kelompok Truvada terjadi karena responden berhenti menggunakan pil setelah lebih dari satu tahun penelitian.Obat Truvada juga dianggap aman, tetapi efek samping yang sering dijumpai adalah mual dan diare.

Sejauh ini baru satu responden yang berhenti menggunakan obat karena faktor efek samping tersebut.Menurut Dr.Susan Buchbinder, pakar AIDS dari San Fransisco Department of Public Health, walau hasil penelitian tampak menjanjikan namun belum tentu efektif jika diterapkan pada pasangan heterokseksual karena jenis seks yang berbeda akan memberikan jumlah virus yang berbeda pula.

Saat ini para ahli memang terus melakukan penelitian untuk mencari cara efektif pencegahan infeksi HIV. Selama bertahun-tahun kondom menjadi satu-satunya cara untuk mencegah HIV. Namun dengan makin beragamnya metode pencegahan, diharapkan setiap orang bisa memilih metode yang dianggap nyaman dan efektif dan menggunakannya secara teratur.

sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *