Home / Kabar Lapangan / Dari Kos Hingga Menyewa Shooting Galery

Dari Kos Hingga Menyewa Shooting Galery

Sebagai Petugas Lapangan yang ditempatkan di salah satu hotspot terbesar di Jakarta gw harus bisa menjadi bagian dari idu ataupun warga yang wilayahnya gue jangkau setiap hari. Hampir setiap hari gue memasuki wilayah yang sebagian dari wilayah ini adalah tempat perdagangan gelap napza, gue sudah hafal betul spot mana saja yang sering dijadikan tempat transaksi oleh para IDU dan bandar maupun tempat yang biasa di jadikan tongkrongan oleh temen2 IDU.

Dulu sekitar th 2000an di wilayah ini terbagi 2 hotspot yaitu wilayah depan ( lapak ) & wilayah belakang ( sampahan ) tetapi tidak semua idu mau memasuki lapak dan pakau di sana . Ada sebagian idu yang masih ingin menjaga privasi mereka dengan tidak pakau sembarang karna dari sebagian idu tidak mau aktifitasnya diketahui oleh sebagian orang,maupun warga sekitar. Kesempatan ini di jadikan bisnis oleh beberapa warga untuk mencari uang tambahan dengan menjadikan rumah mereka sebagai shooting gallery. Setiap idu yang pakau di shooting gallery di kenakan tarif sebesar Rp 5000.

Sekarang yang gw perhatikan dari 10 rumah 7 rumahlah yang di jadikan shooting gallery. Ibu -ibu rumah tangga pun seakan menghalalkan rumahnya dijadikan tempat pakau oleh idu asalkan mereka mau membayar sesuai tarif . Sungguh sangat miris buat gw ketika pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya menggaungkan tahun 2015 sebagai tahun bebas narkoba untuk negeri ini & getting to zero namun di sisi lain faktanya selalu berbeda, shooting gallery makin menjamur di kota bahagia ini. Apakah BNN dan aparat Kepolisian bisa menyapu bersih wilayah ini dari peredaran Napza , gw cuma bisa tertawa kecil sambil berfikir ‘ mana mungkiiiin sedangkan para stakholder dan staff RT/RW seakan membantu peredaran gelap napza di wilayah ini ??? dan di hati kecil gw pun menyampaikan setitik harapan ” semoga anak dan cucu kita terhindar dari bahaya Narkotika ”

*Bravo Mire*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *