Home / Kabar Lapangan / Sukses Menjadi Detektif Limbah Jarum

Sukses Menjadi Detektif Limbah Jarum

Senja mulai ditelan malam, onggokan sampah depan kantor masih belum terangkat. Beberapa staf mengorek-ngorek diantara bau nyenyat sampah yang belum terurus, hanya mencari jarum bekas entah ilustrasibuangan para dampingan Kios atau bukan. Entah mereka sengaja atau tidak sengaja alat suntik itu dibuang di tempat sampah depan kantor hingga menjadi bahan cemoohan dan caci maki para tetangga.

Wajah Kios seperti ditampar. Bukan tanpa sebab, para tetangga datang Ke Kios untuk menegur staf Kios yang menganggap bahwa staf Kios membuang jarum di tempat sampah. Mereka menemukan jarum bekas di tempat sampah hingga menjadi alat bukti untuk menuduh kios melakukan kesalahan karena membuang limbah sembarangan tempat. Itu juga yang menjadi dasar teguran dari ketua RT setempat. Namun Kios menjelaskan kembali kegiatannya dan juga tempat limbah yang telah tersedia di Kios. Tong-tong limbah jarum besar atau kecil kami tunjukan ke Ketua RT untuk membuktikan bahwa Kios tidak pernah lalai membuang jarum keluar. Kios juga menjelaskan beberapa kegiatan kepada masyarakat sekitar seperti sosialisasi kegaitan Kios yang seharusnya dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat namun yang datang hanya hansip.

Kami menyayangkan ketidakhadiran pak RT pada saat sosialisasi kegiatan Kios berlangsung, mengingat pertemuan saat itu penting untuk diketahui masyarakat. Dan inilah akibatnya ketika pak RT tidak tahu kegiatan yang kami lakukan. seloroh gue dengan nada rendah. Sementara di pihak lain ketua RW mendukung kegiatan kami karena selalu nongkrong di warung kopi dekat DIC Kios dan selalu ramah dengan kehadiran Kios. Gue juga tahu bahwa rumah RT kami tidak berada di wilayah RT nya tetapi ada di RW lain *ada-ada aja*

Sebagai staf Kios gue gak pernah membayangkan sebelumnya jarum bekas itu dibuang di tempat sampah kemudian ditegur tetangga. Kios udah berdiri sejak 13 tahun lalu dan kasus ini baru pernah terjadi. Loe bisa bayangin semenjak kejadian itu sebelum kantor di tutup gue dan beberapa teman gue mengorek-ngorek isi tempat sampah yang kotor dan bau. Orang melihat kami penuh tanya karena sampah kami korek-korek. Kami hanya meminimalisir obrolan tetagga sebelah rumah yang sering kali menuduh Kios membuang jarum sembarangan.

Sejak itu gue dan temanteman kios mencari tahu kebenaran tuduhan dari tetangga. Kami menelusuri beberapa tukang sampah, mencari informasi terkait limbah jarum di tempat sampah tersebut. Bahkan kami memberanikan diri ke depan tetangga yang kami anggap jutek.

Kami juga memperhatikan siapa saja yang lewat dan membuang sampah di tempat sampah milik Kios. Ternyata ada juga tetangga yang membuang sampah di tempat sampah Kios karena tidak memiliki tempat sampah.“ Makin pusinnnnnggggggggggg deh!” gue berfikir sepertinya ada pihak tertentu yang membuat wajah Kios jelek di depan tetangganya. Mereka sengaja membuang alat suntik untuk mencari kambing hitam dan mencoreng lembaga ini. Kecurigaan gue bukan tanpa sebab, karena setiap pagi tetangga sebelah Kios dan depan Kios selalu menemukan 2 buah jarum bekas di tong sampah Kios. Apakah ini sebuah konspirasi untuk menjatuhakn Kios? Entah….karena hingga kini kami belum memiliki jawabannya.

Dari sana kamipun membuat sebuah peraturan baru agar setiap orang siapapun dampingan Kios “Dilarang Buang Sampah Bekas Limbah ditempat Sampah” itu yang kami tekankan kepada teman teman IDU saat mereka menukarkan jarum bekasnya, karena khawatir jarum akan tercecer. Bersyukur saat ini tidak pernah lagi ada jarum ditemukan di tempat sampah, tidak lagi ada teguran dari tetangga.. situasi cukup tenang sekarang,, namun gue dan teman teman Kios tetap rutin melihat tempat sampah depan rumah dan melihat melihat Kios di hari Senja semakin terurus karena gue dan teman Kios lainnya telah menjadi detektif yang sukses seperti halnya detektif yang selalu ktia nonton di ayar kaca. (noe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *