Home / Berita Media / Berita Nasional / Siswa SMA coba-coba pakai sabu hingga ketagihan agar tak ngantuk

Siswa SMA coba-coba pakai sabu hingga ketagihan agar tak ngantuk

Merdeka.com – David (18) Seorang pelajar SMA ditangkap oleh aparat Kepolisian Resor Kota Bandarlampung usai bertransaksi narkoba jenis sabu di Jl Sultan Haji, Gang Cempedak, Kelurahan Kedaton, Bandarlampung. David ditangkap pada Jumat (17/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Pelajar ini ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat melalui pesan singkat, isinya menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Kedaton kerapkali menjadi tempat transaksi narkoba,” kata Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung Kompol Sunaryoto, di Bandarlampung, seperti dilansir Antara, Minggu (19/1).

Sunaryoto menyebutkan, dari tangan David, polisi mengamankan barang bukti satu paket sabu seharga Rp 100 ribu. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi terhadap tersangka, dia mengakui bahwa narkoba tersebut adalah miliknya dan diperoleh dari seseorang berinisial HRI yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan, sebab dari pengakuan tersangka dia memperoleh sabu tersebut dari tersangka HRI yang saat ini masih DPO,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka mendekam di sel tahanan Polresta Bandarlampung dan disangkakan dengan pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sementara itu, David mengaku awalnya, hanya iseng dan coba-coba atas pengaruh dari rekan-rekannya. Namun, belakangan dirinya justru ketagihan mengonsumsi sabu.

“Ini yang ketiga kalinya pakai narkoba, pertama dengan membeli sabu Rp 180 ribu, lalu beli lagi Rp 100 ribu, dan saat ditangkap membeli dengan harga Rp100 ribu. Pakai narkoba supaya tidak ngantuk,” kata David.

David menyatakan penyesalan telah mencoba narkoba, karena dari coba-coba itu justru sekarang menjadi ketagihan mengonsumsinya.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *